Irsyad Rafsadie

catatan · penelitian · terjemahan

Keluar dari Ekstremisme: Delapan Kisah “Hijrah” dari Kekerasan Menuju Binadamai

Editor Ihsan Ali-Fauzi & Dyah Ayu Kartika
Penulis Ali Nur Sahid, Fini Rubianti, Husni Mubarok, Sri Lestari Wahyuningroem, Zainal Abidin Bagir, Irsyad Rafsadie, Jacky Manuputty
Soft Cover & E-book viii + 282 Halaman
Penerbit PUSAD Paramadina (Februari 2018)
ISBN 9789797720599

Buku

Sudah cukup banyak riset dilakukan tentang bagaimana orang menjadi ekstremis (radikal, bahkan teroris) di Indonesia, tapi masih sangat jarang riset dibuat tentang proses kebalikannya: bagaimana dan mengapa orang berhenti dari menjadi ekstremis. Inilah proses yang disebut “transformasi personal” atau “hijrah” dari kekerasan (ekstremis) menuju binadamai.

Buku ini ingin mulai mengatasi kelangkaan di atas. Ada delapan orang yang biografi mereka tentang hijrah dihadirkan di sini: Ronald Regang (mantan tentara anak di Maluku); Arifuddin Lako (korban/pelaku konflik kekerasan Poso); Palti Hatoguan Panjaitan (korban/pegiat kebebasan beragama); Chairun Nisah (pelaku konflik separatis Aceh); Baihajar Tualeka (korban/pelaku konflik Ambon); Imam Aziz (kyai dan aktivis rekonsiliasi NU dan korban terkait peristiwa 1965); Mery Kolimon (pendeta dan pegiat rekonsiliasi gereja dan korban terkait 1965); dan Jacky Manuputty (korban/pelaku konflik kekerasan Maluku dan pegiat binadamai).

Buku ini penting dibaca tiap warganegara yang peduli pada perdamaian. Lebih khusus, buku ini wajib dibaca para pengambil kebijakan, pekerja pembangunan, dan tokoh-tokoh masyarakat yang ingin belajar dari pengalaman tokoh-tokoh yang sudah hijrah dari kegelapan kekerasan menuju terang binadamai.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.